Rabu, 18 Januari 2012

Wali Murid Kecewa

Posted by Realita Nusantara 10.35, under |

Wali Murid Kecewa
Saat Pengumuman Kelulusan Murid Baru Kepsek SMAN-2 Tutup Pagar Sekolah


REALITA NUSANTARA – ONLINE. TANJUNGBALAI
Tanjungbalai, Jaya Pos – Puluhan wali murid siswa baru yang mendaftar di sekolah SMAN-2 Jalan Besar Tanjungbalai km 4,5 Sijambi Kota Tanjungbalai, merasa kecewa saat pengumuman lulus tidaknya murid baru untuk menjadi siswa-siswi di sekolah tersebut.
Pengumuman lulus tidaknya para siswa siswi dan sesuai surat jadwal pengumuman yang dikeluarkan Kepsek SMAN-2, M. Sagala, pada tanggal 6 Juli 2010.
Saat wali murid dan siswa siswi datang ke sekolah untuk mengetahui hasil kelulusan, ternyata terkendala karena Kepsek SMAN-2, malah menutup pintu pagar sekolah.
Saat pengumuman, sekolah terlihat sepi, seolah-olah tidak ada kegiatan. Atau, mungkin hal ini disengaja dilakukan oleh Kepsek untuk mengelabui siswa siswi dan wali murid supaya tidak datang ke sekolah itu.
Informasi yang diperoleh dari wali murid, menyebutkan bahwa pengumuman kelulusan dan penerimaan siswa baru di sekolah itu telah diumumkan pada Senin (5/7) lalu. Berati, kepsek telah berbohong karena pada saat pendaftaran di sekolah itu, Kepsek mengeluarkan jadwal pengumuman kelulusan murid baru tanggal 6 Juli 2010.
Oleh karenanya, puluhan siswa dan wali murid melakukan protes, mereka beramai-ramai datang ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) melaporkan masalah tersebut.  Mereka selanjutnya ditampung Kasi Sekolah SMA Disdik, M. Marbun.
Dalam aksinya wali murid mempertanyakan tujuan kepsek sehingga dengan sengaja menutup pagar/pintu sekolah saat siswa dan wali murid ingin melihat hasil pengumuman siswa baru di sekolah itu. Mereka menilai, kepsek ada tujuan negatif untuk mempersulit siswa baru mendaftar.
Menurut informasi yang dihimpun Jaya Pos, setiap penerimaan murid baru pada tahun-tahun sebelumnya di sekolah itu, oknum kepsek selalul mempersulit wali murid saat akan mendaftarkan anaknya di sekolah itu, yang ujung-ujungnya memungut biaya, dengan alasan sebagai uang bangku dan lainnya.
Sehingga timbul kesan, sekolah itu mata duitan, menghalalkan segala cara untuk mengeruk keuntungan pribadi atau golongan.
Tidak heran, selama ini mutu dan kualitas pendidikan di Kota Tanjung Pinang, khususnya di sekolah yang satu ini, selalu bobrok.
Padahal, pemerintah kian gencar-gencarnya memprioritaskan pendidikan dengan berbagai upayatermasuk dengan memberikan bantuan BOS, BOP, BSM, Beasiswa Berprestasi, dan bantuan lainnya. Bahkan, beredar isu, kepsek dan guru, selalu kebagian atas dana yang turun baik dari pemerintah pusat maupun daerah itu.
Lain lagi, ulah oknum kepsek SMPN-6. Menurut wali murid yang tidak bersedia disebutkan namanya saat ditanyai wartawan mengatakan, buku bacaan siswa siswi dipinjam dari sekolah, karena hilang, wali murid disuruh oleh kepsek untuk menggantinya dengan uang. Padahal, buku bacaan di sekolah tersebut dibeli dari dana BOS.
Karena tidak diganti dengan pakai uang, kepsek langsung menahan raport siswa. Selain itu, di sekolah tersebut terkesan memberatkan wali murid, dimana aetiap murid baru diharuskan memberikan uang sebesar Rp 110.000/siswa untuk beli atribut, topi, baju olahraga, sedangakan di sekolah lain dengan hal yang sama hanya diminta sebesar Rp 80 ribu/siswa.
Lain hal di salah satu STM, setiap siswa baru diharuskan membayar sebesar Rp 600 ribu, dan tidak bisa dicicil. Bagi wali murid tidak mampu datang lagi ke Disdik. Siswa baru di SMPN-1 setiap murid mendaftar, bayar formulir pendaftaran Rp 5 ribu s/d Rp 10 ribu/siswa.
Dalam hal ini terkesan, tradisi kepsek dan guru sekolah yang selalu berorientasi dengan uang. Hendaknya, kepsek dan guru seperti ini sudah saatnya menghilangkan tradisi yang memalukan itu. Karena mereka sudah diberi gaji oleh pemerintah. Kalau hal ini masih saja dilakukan, tentu saja akan menghambat program wajib belajar 9 tahun.
Tapi anehnya, wali murid sudah banyak masalah dibuat kepsek, namun walikota tetap saja memakai kepsek tersebut. Diduga walikota kecipratan uang siluman itu.
Kadisdik Hj. Delima S.Pd,. MM, melalui Kasinya Marbun menelpon pihak sekolah untuk membuka pagar pintu masuk sekolah SMAN-2 dan setelah pintu sekolah sudah dibuka puluhan siswa dan wali murid kemali melihat pengumuman kelulusan murid baru di sekolah itu.
M. Marbun Kasi Sekolah SMA, SMK dan Perguruan Tinggi Disdik Kota Tanjungbalai saat ditanyai wartawan di ruang kerjanya, mengatakan, hal itu sudah selesai, disinggung daya tampung untuk sekolah  SMAN/Swasta sebanyak 2.033 siswa.
Sedangkan menurut Kasi Sekolah SMPN-Swasta Disdik Kota Tanjungbalai, Andika, bahwa siswa siswi yang lulus UN tahun ajaran 2009-2010 sebanyak 3.112 siswa. Kadisdik Hj. Delima, S.Pd,. MM, saat dikonfirmasi wartawan di halaman kantornya, mengatakan, bagi murid mendaftar ke SMA yang belum tertampung, akan diarahkan ke sekolah swasta, nanti akan dievaluasi lagi bagaimana siswa itu harus sekolah.    KN***



Sumber: Harian JAYA POS; Edisi 131 Thn III/ 12-18 Juli 2010; Hal 7***
Foto-Foto: Ist***

Tags

BLOG ARSIP

BIAYA IKLAN

BIAYA IKLAN
=== Terima Kasih atas partisipasi Anda dalam membangun kemitraan dengan kami ===

INDRAMAYU POST

Blog Archive

PROFIL

REALITA NUSANTARA Email: realitanusantara@yahoo.com

Pengurus SWI

Pengurus SWI
DEWAN PIMPINAN CABANG SERIKAT WARTAWAN INDONESIA (SWI)