Senin, 25 Februari 2013

OKNUM KARYAWAN BIMA FINANCE BERHATI IBLIS

Posted by Realita Nusantara 16.58, under |


DIDUGA JADI CALO PNS


REALITA NUSANTARA – ONLINE. INDRAMAYU – Oknum karyawan Bima Finance yang berinisial AS sungguh berhati iblis bahkan lebih kejam daripada iblis diduga melakukan penipuan terhadap beberapa orang yang ingin menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kabupaten Indramayu Propinsi Jawa Barat. Bukan hanya teman satu kantornya yang diduga menjadi korban penipuan dirinya bahkan beberapa orang pun masuk dalam perangkapnya.
Menurut FM, salah satu korban penipuan, mengungkapkan, awalnya dirinya ditawari dan dijanjikan oleh AS, bahwa AS mempunyai koneksi di Jakarta berinisial DS yang bisa menjadikan dirinya PNS dengan syarat membayar sejumlah uang puluhan juta rupiah.
“Akhirnya saya setuju dengan tawaran tersebut dan saya pun membayar sejumlah uang tersebut 2 kali sesuai kesepakatan atas nama saya dan istri saya”, ungkapnya Kamis, (7/2/2013)
FM menambahkan, diduga AS bersengkongkol dengan DS orang yang mengaku bekerja di Jakarta yang dapat meloloskan dirinya menjadi PNS. Surat SK itupun keluar atas nama FM dan isterinya dengan  nomor: 348 02.05 / 00922 / KEP / R. I I I / 08. Tertanggal 15 September 2008
“Setelah saya telusuri ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Indramayu, ternyata SK itu palsu, bahkan saya dihimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib”, ungkap FM
Menurutnya, setelah diketahui bahwa SK itu palsu, dirinya menyadari telah menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh DS melalui AS.
Konon, menurut FM, setelah ditelusuri ternyata DS yang menurut AS bekerja di Jakarta ternyata BOHONG. DS bekerja di Kecamatan Conggeang Kabupaten Sumedang Jawa Barat.
FM berharap agar pihak kepolisian melalui Polres Indramayu untuk segera mengusut tuntas permasalahan ini.
“Saya meminta kepada pihak berwajib agar mengusur tuntas permasalahan ini”, harapnya.
Hingga berita ini diturunkan, Realita Nusantara belum bisa menemui AS guna kepentingan konfirmasi. Bahkan beberapa kali di telp tidak pernah diangkat. Sms pun tidak pernah dibalas.          Realita Nusantara***

Rabu, 16 Januari 2013

Penilik PAUD Protes ke Dinas Pendidikan Indramayu Diduga Terjadi Penyunatan BOP

Posted by Realita Nusantara 15.43, under |

REALITA NUSANTARA – ONLINE. INDRAMAYU
Indramayu - Para penilik program pendidikan anak usia dini (PAUD) se-Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, protes karena merasa tidak difungsikan sesuai tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) di lapangan.

Para penilik, misalnya, tidak dilibatkan dengan adanya program BOP (biaya operasional pendidikan) dan APE (alat permainan edukatif) yang sedang bergulir di wilayah itu.

Kebijakan Dinas Pendidikan Indramayu melalui Kabid PLS (Pendidikan Luar Sekolah) dan Kasi PAUD yang membidangi hal tersebut dinilai oleh para penilik tidak mendukung upaya memajukan pendidikan di Indramayu.

"Padahal, para penilik PAUD memiliki tugas sebagai pelaksana teknis di lapangan dan sebagai penjamin mutu pendidikan, baik pendidikan formal maupun informal."

Hal itu diutarakan oleh Sekretaris Ikatan penilik Indonesia (IPI) Kabupaten Indramayu yang juga statusnya sebagai penilik PAUD di Kecamatan Indramayu, Rusli, SPd, ketika dikonfirmasi Suara Karya, Senin (3/9).

Ia menegaskan, penilik tidak dihargai sesuai dengan SK atau tupoksi yang diembannya. Sementara koordinator PAUD yang dibentuk di setiap kecamatan bersikap sewenang-wenang atau diskriminatif tentang bantuan yang dikucurkan dan terkesan tidak adil cara memberikan bantuannya kepada PAUD yang ada.

Ia mengungkapkan, lembaga PAUD yang menerima bantuan BOP dimintai jasa oleh koordinator PAUD di masing-masing kecamatan sebesar Rp 250 ribu dengan alasan dikondisikan oleh Dinas Pendidikan kabupaten melalui Kabid PLS dan Kasi PAUD. Termasuk tunjangan insentif bagi guru PAUD yang tidak jelas status dan latar belakang pendidikannya, yang minimal masa kerjanya dua tahun.

Kabid PLS Akil didampingi Kasi PAUD Ridwan ketika dikonfirmasi Suara Karya mengatakan, kalau memang ditemukan kasus di lapangan seperti itu, maka akan diperbaiki kinerjanya. Mereka akan segera mengadakan rapat dengan para penilik PAUD.  (SK)***


Kamis, 27 Desember 2012

Proyek Rehabilitasi Seuseupan Beraroma Korupsi?

Posted by Realita Nusantara 17.45, under |

REALITA NUSANTARA – ONLINE. CIREBON
CIREBON, INTI JAYA - Proyek Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.1 Seuseupan Karang Wareng Cirebon (sungai induk jurai) diduga beraroma Korupsi hal tersebut ditengarai saat wartawan terbitan ibu kota ini lakukan investigasi kelokasi proyek. Nyatanya proyek yang dananya bersumber dari APBN 2012 dengan nilai kontrak Rp. 1.749.864.000,- diduga tidak sesuai Bestek.

Buktinya bangunan belum rampung dan terkesan asal jadi terlihat dibeberapa bagian seperti adukan yang masih tampak kelihatan tanah seperti tidak ada semen. Nyatanya pihak BBWS tidak segera menegur CV Pemenang Tender kalau tidak mau disebut kongkalikong mestinya pihak BBWS segera bertindak membeklis rekanan yang nakal.

Menurut Humas BBWS saat dikonfirmasi via ponselnya mengatakan, seharusnya jika ada penyelewengan, dilaporkan sejak awal. Sehingga bisa ditindaklanjuti. “Jangan sudah selesai baru melapor, kalau begini kan kami yang repot. Masih menurut Staf Humas, namun kami BBWS terima kasih sekali atas informasi mas, tentu ini akan menjadi masukan yang paling berharga buat BBWS,” ujarnya saat dikonfirmasi.    (Akmad Khotib MF)***

Sumber:

KUWU PURWAJAYA DIDUGA PUNGLI SOAL PEMASANGAN LISTRIK DESA

Posted by Realita Nusantara 17.33, under |

REALITA NUSANTARA – ONLINE. INDRAMAYU
Indramayu, Inti Jaya - Program pemasangan instalasi listrik desa (Lindes) tahun 2012 di Desa Purwajaya Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu diduga sarat penyimpangan, hal tersebut dikuatkan berdasarkan hasil rekam jejak yang dilakukan Inti Jaya di beberapa lokasi, ternyata dari 85 penerima bantuan Lindes yang ada di tiga dusun desa tersebut telah dipungut biaya sebesar Rp. 500.000,- lalu untuk apa dana tersebut ? 
Saat Inti Jaya berhasil mewawancarai salah satu warga yang tidak mau disebutkan jati dirinya mengatakan “saya diminta 500 ribu pak, namun saya keberatan, sebab program ini kan gratis nyatanya dari 85 penerima semuanya telah dipungut, menurut koordinator pemasangan Lindes, kalau tidak membayar 500 ribu, tidak bakal dipasang, bahkan dengan nada mengancam kalau tidak bayar akan diberikan pemasangannya kepada pihak lain, masih menurut sumber “yang lebih gilanya lagi, nawar saja tidak boleh, sebab saya sudah ngomong kepada bekel Sayidi koordinator pemasangan Lindes bahwa saya punya uang hanya 200 ribu, nyatanya tetap ditolak dengan alasan sudah menjadi keputusan, kalau sudah menjadi keputusan mestinya jangan mengatakan sumbangan, yang namanya sumbangan itu kan suka rela, apalagi menurut pejabat Dinas ESDM wilayah V Cirebon, bahwa pemasangan itu gratis, yang tidak habis pikir, kenapa dalam daftar penerima program blok templik itu hanya 19, nyatanya bisa bertambah menjadi 29, kemudian penerima yang sudah ada daftarnya kok bisa tidak menerima, ada apa ini? Jelas berarti ada yang tidak beres.
Pada kesempatan yang sama Inti Jaya berhasil mewawancarai H. Mino di kediamannya terkait pungutan Rp. 500 Ribu mengatakan “Program pemasangan Listrik Desa (Lindes) tahun 2012 yang diberikan Provinsi Jawa Barat memang benar itu gratis, tapi bukan berarti gratis tis, menurut saya itu hal yang lumrah, saat dicegat pertanyaan terkait pungutan 500 Ribu, menurut H. Mino, pungutan itu untuk operasional dan honor yang kerja, sebab saya sendiri sudah mendapatkan semacam dukungan dari Kabag Pemerintahan Kab. Indramayu, katanya bahwa yang namanya kuwu itu harus mampu menciptakan pembangunan, jadi saya sebagai kuwu depinitif hanya melaksanakan tugas dan bertanggung jawab dengan pungutan tersebut, lanjutnya pada Inti Jaya, pungutan tersebut sudah berdasarkan musyawarah dengan Lembaga Desa, jadi tolong mengenai pungutan Lindes jangan dikaitkan dengan program.
Masih menurut H. Mino “intinya Mas, saya tidak akan mundur dalam memperjuangkan pembangunan di Purwajaya, dengan mencuatnya masalah ini jelas ada pihak-pihak yang bermain yang sengaja menghasut dan memprovokasi warga, kalau itu caranya jelas orang tersebut tandanya mau menghancurkan masa depan Desa Purwajaya, ujarnya sambil meminta kepada Inti Jaya agar masalah pungutan tidak diberitakan di media.
Namun beberapa warga yang berhasil dikonfirmasi Inti Jaya beberapa waktu lalu menyangkal ucapan H. Mino “kalau yang namanya sumbangan itu harus suka rela, bukan ditentukan nominalnya, lagi pula harus kepada semua masyarakat Desa Purwajaya, kenapa ini hanya memungut kepada penerima Lindes saja, ini kan jelas-jelas tidak benar, jadi apa yang dilakukan H. Mino itu hanya bentuk pembelaan dirinya saja, karena sudah diketahui Mas-mas yang dari media “Bebernya dengan nada tinggi. (A. Khotib/Walim SH. MH./Monang Sembiring)***

Sumber:

PDAM Juntinyuat Rentan KKN

Posted by Realita Nusantara 14.25, under |

REALITA NUSANTARA – ONLINE. INDRAMAYU
INDRAMAYU, SINAR PAGI – Direktur Utama PDAM Tirta Darma Ayu Kab. Indramayu, Ir. Suyanto selayaknya mengganti Kepala Unit PDAM Juntinyuat Jubaedi dengan personil yang lebih profesional, terutama dalam urusan pelayanan kepada masyarakat.
Pasalnya, Jubaedi cenderung rentan terhadap praktek berindikasi korupsi (KKN). Tengok saja praktek percaloan yang marak dilingkup PDAM Juntinyuat diduga kuat melibatkan orang dalam berinisial DAR, tapi hingga kini masih adem ayem saja.
“Saya tidak mengendalikan di lapangan, benar atau tidaknya,” kata Jubaedi diruang kerjanya, saat disinggung SINAR PAGI terkait percaloan pemasangan saluan air hingga bernilai 2 juta.
Padahal, Humas PDAM Tirta Darma Ayu, Lilik menegaskan, harga pemasangan saluran air PDAM berkisar antara Rp 825 ribu hingga Rp 925 ribu.
Tak hanya itu, keluhan juga dialami warga Desa Lombang berinisial PEN, lantaran pihaknya sudah menyetorkan uang Rp 1 juta.
Namun, setoran uang tersebut sempat lambat sampai ke petugas PDAM Juntinyuat, gara-gara peran calo yang cukup dominan.
Ironisnya, Kepala Unit PDAM Juntinyuat Jubaedi juga terkesan lemah dalam urusan pengawasan dan penindakan terkait percaloan, kepada pejabat yang satu ini justru berpotensi besar membiarkan atau menyuburkan praktek yang merugikan masyarakat.
“Kalau ada seorang Kuwu (Kepala Desa) yang datang ke saya untuk meminta bantuan agar saudaranya dimudahkan dalam urusan pemasangan saluran air PDAM Juntinyuat, masak iya saya tidak melayaninya atau membantunya,” seru Jubaedi dengan enteng.    Sutawijaya***

Sumber: Harian Umum SINAR PAGI, edisi 17-23 Desember 2012; Hal. 9

Tags

BLOG ARSIP

BIAYA IKLAN

BIAYA IKLAN
=== Terima Kasih atas partisipasi Anda dalam membangun kemitraan dengan kami ===

INDRAMAYU POST

Blog Archive

PROFIL

REALITA NUSANTARA Email: realitanusantara@yahoo.com

Pengurus SWI

Pengurus SWI
DEWAN PIMPINAN CABANG SERIKAT WARTAWAN INDONESIA (SWI)