Tampilkan postingan dengan label TANJUNG PINANG RIAU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TANJUNG PINANG RIAU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 September 2011

Solar Menghilang, Aktivitas Tambang Menggila

Posted by Realita Nusantara 00.38, under |

Solar Menghilang, Aktivitas Tambang Menggila


REALITA NUSANTARA – ONLINE. TANJUNGPINANG
Tanjungpinang, MI – Banyaknya bahan tambang yang terkandung di Pulau Bintan, membuat Pulau bersejarah ini menjadi incaran pengusaha berkantong tebal, khususnya perusahaan yang bergerak di bidang Pertambangan. Bahkan pengusaha dari luar negeri pun tak segan-segan menanamkan investasinya demi meraup keuntungan. Dan yang paling getol digarap saat ini adalah usaha penambangan biji bauksit.
Aktivitas tambang galian B ini memang terlihat cukup marak dilakukan. Sayangnya sebagian besar para penambang nyaris tak peduli dengan dampak buruk yang bakal timbul. Yang sering terjadi, lahan yang telah digali selalu ditinggal begitu saja sehingga kawasan yang dulu terlihat asri kini terlihat plontos bagai gurun pasir.
Belum lagi ketidaknyamanan yang selama ini dirasakan warga yang bermukim tidak jauh dari lokasi penambangan. Setiap hari mereka harus menghirup debu dari aktivitas penambangan bauksit. Sumber air bersih berupa sumur galian yang selama ini menjadi andalan warga pun kini juga telah terkontaminasi debu.
Selain itu, belakangan muncul lagi persoalan baru. Bahan bakar minyak (BBM) jenis solar mulai menghilang dari pasaran. Antrian panjang kendaraan yang menggunakan minyak solar seolah menjadi tontonan gratis di semua SPBU yang ada di Kota Tanjungpinang. Hal tersebut terjadi setiap hari selama seminggu ini. Tentu saja hal tersebut menjadi gunjingan di kalangan masyarakat kota segantang lada ini.
Menurut beberapa supir truck, minyak jenis solar di Tanjungpinang saat langka. “Memang betul pak. Minyak solar sekarang langka. Makanya kami harus bersabar antri untuk mendapatkannya. Padahal selama ini tidak pernah terjadi seperti itu,” kata salah satu sopir kepada MI, yang antri di salah satu SPBU (20/4).
Ia mengatakan, kelangkaan minyak solar saat ini di Tanjungpinang tidak terlepas dari maraknya aktifitas tambang bauksit di daerah itu. Karena armada yang beroperasi di tambang bauksit jumlahnya mencapai ribuan unit. Dan hal ini dimanfaatkan oknum tertentu untuk mengambil keuntungan dari minyak bersubsidi tersebut dengan modus menjualnya ke perusahaan tambang dengan non subsidi.
Hal senada juga dikatakan Laode Kamarudin, Direktur Eksekutif Komite Amanat Masyarakat Independen (KAMI). Ia menilai kelangkaan minyak solar di Kota Tanjungpinang sangat erat hubungannya dengan kegiatan pertambangan bauksit yang saat ini sedang menggila di daerah itu. “Saya menduga minyak solar bersubsidi itu sengaja dijual ke perusahaan tambang bauksit dengan harga nono subsidi,” ujar Laode melalui telepon genggamnya, (21/04).
Untuk itu Laode berharap pihak terkait Dinas Pertambangan secepatnya melakukan pemeriksaan terhadap perusahaan pertambangan di Tanjungpinang untuk mengatasi persoalan tersebut.    (Richard)***



Sumber: Koran METRO INDONESIA; Edisi 354: Tahun ke-VII; Senin 25 April-01 Mei 2011; Hal 7
Foto-fot: Ist***

Kamis, 01 September 2011

Pungli Marak di Kantor Samsat Tanjungpinang

Posted by Realita Nusantara 23.56, under |

Pungli Marak di Kantor Samsat Tanjungpinang


REALITA NUSANTARA – ONLINE. TANJUNGPINANG
Tanjungpinang, MI – Pelayanan di Kantor Samsat Tanjungpinang diduga marak dengan pungutan liar (pungli). Menurut salah seorang warga yang sedang mengurus pembayaran pajak kendaraan bermotor di kantor Samsat tersebut, kepada MI, saat dia hendak membayar pajak dan memperpanjang STNK sepeda motor miliknya bernomor polisi BP 5104 TS, ia harus banyak mengeluarkan biaya ekstra pada loket-loket tempat pembayaran.
Sesuai pengakuannya, saat berada di ruangan cek fisik kendaraan, dia dimintai uang sebesar Rp 20.000, di tempat pengambilan resi BPKB dikenakan biaya Rp 20.000, di ruangan cetak plat nomor dikenakan Rp 10.000 rupiah diluar pajak kendaraan bermotor yang harus dibayar resmi. “Terus terang saya merasa sangat dirugikan karena uang yang diminta itu tidak memiliki dasar hukum,” ujarnya kepada MI di Kantor Samsat Tanjungpinang.
Sumber lain menyebutkan, pengurusan Bea Balik Nama (BBN) mobil diminta Rp 120.000,- di ruang BPKB, setelah itu baru resi pengambilan BPKB diserahkan. “Padahal biaya untuk BBN sudah dibayar bersamaan dengan pajak. Jadi saya tidak tahu ke pos mana akan disetorkan uang yang diterimanya itu,” kata sumber.
Sayang Kepala Kantor Bersama Samsat Provinsi Kepulauan Riau , Novianto, ketika hendak dikonfirmasi tidak berada di tempat.   (Roynald)***



Sumber: Koran METRO INDONESIA; Edisi 354: Tahun ke-VII; Senin 25 April-01 Mei 2011; Hal 7
Foto-fot: Ist***

Tags

BLOG ARSIP

BIAYA IKLAN

BIAYA IKLAN
=== Terima Kasih atas partisipasi Anda dalam membangun kemitraan dengan kami ===

INDRAMAYU POST

Blog Archive

PROFIL

REALITA NUSANTARA Email: realitanusantara@yahoo.com

Pengurus SWI

Pengurus SWI
DEWAN PIMPINAN CABANG SERIKAT WARTAWAN INDONESIA (SWI)