Tampilkan postingan dengan label BANTEN SELATAN BANTEN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANTEN SELATAN BANTEN. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 Februari 2011

DUGAAN PENYELEWENGAN RASKIN DI KAB. PANDEGLANG BELUM ADA YANG DIPROSES

Posted by Realita Nusantara 14.55, under |


REALITA NUSANTARA. BANTEN SELATAN
Disejumlah kecamatan di Kab. Pandeglang banyak yang tidak terserap pagu raskin pada tahun 2010, hingga masyarakat banyak yang mempertanyakan hal tersebut, karena dengan raskin masyarakat sangatlah terbantu.
Tetapi dengan tidak terserapnya raskin tersebut menguntungkan bagi para oknum, karena pagu yang tidak terserap sangat keras dugaan raskin tersebur diselewengkan.
Seperti di Kecamatan Angsana pada tahun 2010, baru terserap 2 (dua) pagu atau 2 (dua) kali turun ke desa, tetapi kenapa pagu kedua kalinya sudah pagu bulan september? Katanya
Dengan terjadinya hal tersebut akankah ada penegak hukum yang mau melakukan tindakan sesuai dengan tugasnya, atau akan dibiarkan dengan tutup mata dan tutup telinga, ataukah memang banyak para oknum yang terlibat di dalamnya, LSM Tabir Karsita, mengharap adanya tindakan dari penegak hukum yang serius. Tegasnya.
Kini masyarakat miskin sangat mengharapkan ketegasan hukum, seperti beberapa masyarakat pernah mengadukan permasalahan raskin kepada LSM supaya bisa membantu masyarakat untuk melaporkan kepada pihak yang berwajib, bahkan beberapa media yang mempublikasikan tentang adanya dugaan penyelewengan raskin tetapi sampai sekarang belum ada tindakan yang serius dari penegak hukum.  (TIM)***

Source Kompass Indonesia, edisi 465/TahunXIII/13-20 Desember 2010***

BALITA MENINGGAL SETELAH IMUNISASI DI BACK UP DINAS KESEHATAN KAB. PANDEGLANG

Posted by Realita Nusantara 13.06, under |

Diduga Mal Praktek

REALITA NUSANTARA. BANTEN SELATAN
Ayah dan Ibu terpaksa merelakan anaknya yang sangat disayangi meninggal dunia akibat imunisasi, yang mana pada awalnya imunisasi bertujuan untuk melakukan pengobatan supaya balita tumbuh sehat, tapi untuk Sukiman (43) dan Narmi (28) setelah balitanya di imunisasi bukanlah sehat tetapi 2 jam setelah setelah di imunisasi dan obat bereaksi menimbulkan tensi badan balita panas dan setelah itu bayi tidak mau lagi minum ASI bahkan setelah tidak mau minum ASI balita tersebut sedikit mengeluarkan busa dari mulutnya.
Setelah balita mengalami panas hingga tidak mau minum apa-apa kedua orang tersebut membawanya ke RSUD malingping untuk melakukan penanganan medis tapi dari RSUD Malingping mereka disuruh ke Rumah Sakit Rangkas, namun setibanya di RSUD Adji Darmo Rangkasbitung menghembuskan nafas terakhirnya.
Betapa sedih, setelah mereka kehilangan anaknya yang baru berusia 5 bulan, karena sebelum balita di imunisasi, balita tersebut dalam keadaan sehat, tetapi penyakit timbul setelah dilakukannya imunisasi. Tapi mengapa pihak Puskesmas Cikeusik sebagai wilayah pusat kesehatan masyarakat tidak mau mempedulikan apa yang dialami keluarga tersebut.
Sukiman dan Narmi, sering memohon ke pihak Puskesmas Cikeusik untuk mandapat bantuan tapi pihak Puskesmas sama sekali tidak mempedulikan apa yang dikeluhkan warga yang kehilangan anaknya setelah imunisasi.
Untuk mengklarifikasi hal tersebut wartawan mendatangi Puskesmas Cikeusik untuk mendapatkan keterangan yang lebih jelas, Kepala Puskesmas Cikeusik H. Ade Satria, H, SKMmenjelaskan bahwa balita yang akan dimunisasi harus dalam keadaan yang sehat tidak boleh dalam keadaan sakit, tapi mengapa setelah imunisasi dapat 5 hari balita itu malah meninggal?

Maslah yang terjadi di desa Sukawaris itu sudah di Back UP oleh Dinas Kesehatan Kab. Pandeglang, menurut Ade, yang mengatakan itu Kepala Bidang P2P dr. Hj. Asmai dan kalau wartawan ingin lebih jelas silahkan konfirmasi kepada Kepala Bidang P2P Kab. Pandeglang, pungkas Ade saat dikonfirmasi dengan nada seperti tidak peduli apa yang dialami warga.
Dengan melihat permasalahan tersebut di atas patut diduga melakukan MAL PRAKTEK  yang dilakukan oleh oknum pegawai Puskesmas Cikeusik dan beberapa oknum di Dinas Kesehatan Kab. Pandeglang yang mem back Up agar permasalahan ini tidak muncul keluar. Karena bagaimanapun juga pada saat dilakukannya imunisasi kondisi balita DALAM KEADAAN SEHAT. Kalau kondisi balita tidak dalam keadaan sehat petugas pun tidak mau untuk melakukan imunisasi, kalau dipaksakan juga berarti petugas tersebut TIDAK PROFESIONAL !
Dengan kejadian tersebut kepada para Penegak Hukum untuk segera melakukan tindakan terhadap oknum-oknum yang terlibat diduga melakukan MAL PRAKTEK bersama kroni-kroninya  (Adang)***

Sumber Kompass Indonesia, edisi 459/Tahun XIII/1-8 November 2010
Foto-Foto: dinkespandeglang.blogspot.com****
                tutuq.multyply.com *******

Tags

BLOG ARSIP

BIAYA IKLAN

BIAYA IKLAN
=== Terima Kasih atas partisipasi Anda dalam membangun kemitraan dengan kami ===

INDRAMAYU POST

Blog Archive

PROFIL

REALITA NUSANTARA Email: realitanusantara@yahoo.com

Pengurus SWI

Pengurus SWI
DEWAN PIMPINAN CABANG SERIKAT WARTAWAN INDONESIA (SWI)