Kamis, 17 Maret 2011

SISWI SMPN 1 PATROL DIDUGA RANGKAP JADI PSK

Posted by Realita Nusantara 14.11, under |


REALITA NUSANTARA – ONLINE. INDRAMAYU
Anak Baru Gede (ABG) siswi kelas III SMPN 1 Patrol , Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, berinisial SL, yang baru saja usai mengikuti Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN)di sekolahnya, kini menjadi buah bibir masyarakat. Diduga yang bersangkutan selain berstatus sebagai pelajar, dia juga sebagai kupu-kupu malam, Pekerja Seks Komersial (PSK).
Menurut sumber yang layak dipercaya, SL putri dari pasangan rumah tangga Bapak Karsam dengan Ibu Sut, yang bertempat tinggal di Desa/Kecamatan Sukra, yang berstatus masih sekolah, terlihat sering berada di lokasi warung remang-remang pamanukan pada malam hari, nongkrong dengan beberapa lelaki hidung belang, mereka sambil mengkonsumsi minuman keras, dang mendengarkan suara alunan musik dangdut jawa sambil bergoyang ria, tuturnya
Bahkan salah seorang lelaki yang tidak mau disebut namanya kepada wartawan menuturkan, SL adalah salah satu Anak Baru Gede (ABG) yang masih duduk di bangku sekolah, namun dia juga sebagai PSK secara terselubung. “saya pernah berkencan dengan dia, sampai menghabiskan uang puluhan juta rupiah, isteri saya sempat mendatangi sekolah SL di Patrol.” Cetusnya
Karsam selaku orang tua SL, ketika dihubungi melalui ponselnya, kepada wartawan mengaku tidak tahu, bahkan dia meminta agar kasus anaknya tidak diekspos. Namun Sut Ibu SL terkesan menantang, dengan nada emosi mengatakan “saya tidak takut, karena ada salah satu anggota Polsek Pamanukan yang siap membantu, karena semua yang dilakukan SL tanpa ada bukti.” Ucap Sut tampak emosi
Kalaulah yang dilakukan gadis itu benar, sunguh sangat ironis apabila kedua orang tuanya itu tidak tahu. Sebab SL dengan kedua orang tuanya tinggal satu rumah, setiap anaknya keluar malam pasti mereka tahu, terkesan kedua orang tua menutup-nutupi perbuatan anaknya, padahal mereka sudah banyak menikmati uang haram hasil dari anaknya. Mereka tampaknya tidak sadar bahwa perbuatan yang dilakukan SL itu merupakan penyakit masyarakat yang dilarang negara serta agama, sebab penyakit masyarakat itu jelas merusak moral generasi muda. (rj)

Sumber: Berita Metro, edisi 129, Selasa, 11 – 18 Mei 2010. Hal 10 Pendidikan

LAYANAN SUPERMARKET Alfamart KECEWAKAN KONSUMEN

Posted by Realita Nusantara 13.34, under |


REALITA NUSANTARA – ONLINE. INDRAMAYU
Supermarket merupakan pusat perbelanjaan bagi keluarga, sehingga semua jenis pelayanan pun perlu disajikan dengan berbagai macam yang bertujuan untuk memuaskan para pembelinya. Dari mulai kebutuhan rumah tangga, makanan ringan, susu, dan lain sebagainya, semuanya tersedia di sana. Bahkan jenis pelayanan pun sangat dibutuhkan oleh supermarket termasuk Alfamart. Foto-Foto ***: realitanusantara.blogspot.com***
Bukan saja pada pelayanan dari Karyawan/pekerja di Supermarket yang akan membuat konsumen merasa puas, dari barang-barang yang dijual pun harus benar-benar ada. Tetapi ini sungguh sangat terbalik dengan kenyataan yang ada, khususnya untuk Supermarket Alfamart, pasalnya dalam pelayanannya Alfamart diduga sangat mengecewakan konsumen, bukan datang dari pelayanan dari karyawannya, tetapi dari segi barang yang dipasarkan.
Salah satunya dari produk susu Indomilk. Dalam pembelian produk tersebut, seharusnya konsumen diberi sedotan sesuai ukuran botol susu Indomilk, tetapi kenyataannya pembeli hanya diberi sedotan yang berukuran lebih kecil dari botol susu Indomilk, sehingga ketika dimasukkan ke dalam botol susu tersebut, sedotan dapat masuk semua (amblas) ke dalam botol. (tampak pada gambar)
Ironisnya lagi, hal tersebut sering terjadi pada konsumen/pembeli. Seperti dikatakan oleh sumber sebagai konsumen/pembeli tetap Alfamart bahwa hal tersebut sering terjadi tidak
“Saya sering membeli produk susu botol Indomilk rasa Strawbery hampir 3 hari sekali. Saya begitu kecewa dengan layanan di sini, masalahnya setiap membeli susu selalu berurusan dengan karyawannya mengenai sedotan yang diberi tidak sesuai dengan ukuran botol susu Indomilk tersebut, sehingga kalau dipaksakan sedotan itu masuk semua (jeblos) ke dalam botol susu. Masa anak saya yang baru berumur 3 tahun harus meminum susu secara langsung tanpa sedotan.” Pungkasnya
Sumber juga menambahkan, “saya tidak mengerti dengan layanan Alfamart ini, masa susu botol belum habis sedotan sudah habis?” Tandasnya
Pantauan Realita Nusantara disejumlah supermarket Alfamart di Kabupaten Indramayu, seperti, Alfamart di Jalan D.I Panjaitan, Alfamart Pasar Mambo, dan Alfamart di Jalan Sudirman, yang konon kepemilikan atau Mitra Usaha dari Alfamart di Jalan Sudirman adalah Supomo Adrianto, permasalahannya hampir sama yakni permasalahan mengenai ukuran sedotan yang diberi kepada pembeli susu botol Indomilk tidak sesuai dengan ukuran botol susu Indomilk
Hal ini diakui oleh sejumlah karyawan di Alfamart tersebut, mengenai sedotan ini, memang dari suplayer tidak memberikan sesuai dengan jumlah susu botol Indomilk yang dipesan.
Sejumlah karyawan Alfamart di Jalan Sudirman saat dikonfirmasi Realita Nusanatara, mengatakan, untuk stok sedotan yang sesuai dengan ukuran susu botol Indomilk sangat terbatas, memang dari suplayer kami diberi sedotan tidak sesuai dengan jumlah susu botol Indomilk yang kami pesan, sehingga, kami karyawan di sini hanya bisa memberi sedotan yang ukurannya tidak sesuai dengan ukuran botol susu Indomilk, apabila ada konsumen yang membeli susu tersebut. Ujarnya. (Selasa, 15/3/2011)
Mengenai sedotan ini, kami hanya diberi setengahnya dari jumlah Susu Botol Indomilk yang dipesan. Tutur sejumlah karyawan Alfamart di Jalan Sudirman
Hal senada juga dikatakan oleh beberapa Karyawan Alfamart di Pasar Mambo, dan Alfamart di Jalan D.I Panjaitan Kabupaten Indramayu, “kami diberi sedotan dari suplayer tidak sesuai dengan jumlah Susu Botol Indomilk yang dipesan”. Ujarnya (Red)

Selasa, 15 Maret 2011

SISWI SMP MELAHIRKAN DI SEKOLAH

Posted by Realita Nusantara 09.42, under |


REALITA NUSANTARA – ONLINE. MADINA
Terkait siswi kelas VIIIc atau kelas 2 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Kecamatan Sinunukan, “YS” (15) warga Dusun Batang Lobung Desa Simpang Durian Kecamatan Linggabayu yang melahirkan di belakang sekolah tepatnya di kebun sawit wrga yang berjarak 25 meter dari sekolah pada Jum’at (18/2/2011) (Foto: inyomanrudi.blogspot.com***)
Dari pengakuan korban “YS” kepada Polisi, yang menghamili dia adalah abang kandungnya sendiri “HS” (27), dan sejak kejadian itu “HS” sudah melarikan diri dan masih dalam pencarian Pihak Polsek Linggabayu.
Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan, SIK yang dikonfirmasi, melalui Kapolsek Linggabayu AKP R Siregar membenarkan bahwa ada Murid SMP Negeri 1 Lingga Bayu yang melahirkan di sekitar lokasi dengan memakai seragam sekolah. “Kita dari Kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap keluarga korban dan akan melakukan pengejaran kepada pelaku,” ungkap AKP R Siregar
“Korban mengaku pernah sekali disetubuhi abang sulungnya itu pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB, tatkala itu ibunya bersama saudara yang lain melaksanakan malam baktian, kejadiannya malam minggu di bulan Juli tahun lalu, tetapi tanggal tak diingat lagi,” terang Kapolsek
Setelah kejadian ini Kepala Sekolah juga sempat memanggil kakak korban yang masih murid kelas 3 di sekolah itu, dan teman dekat korban. Kepala Sekolah menanyakan apa selama ini korban pernah bercerita terkait kehamilannya itu.
Wali Kelas juga sempat memanggil orang tua “YS” beberapa bulan yang lewat, setelah melihat adanya kelainan di perut “YS”, namun yang bersangkutan mengatakan, dihadapan orang tuanya, dan gurunya, bahwa dia sedang mengidap penyakit tumor.  (EH)

Sumber: METRO INDONESIA. Edisi 346, Senin 28 Februari – 06 Maret 2011
Hal.10 Pendidikan & Tenologi

KONFLIK TANAH GARAPAN DI PERBATASAN : TANAH 48 HEKTAR “DUKUASAI” SUMEDANG

Posted by Realita Nusantara 09.03, under |


REALITA NUSANTARA - ONLINE.  INDRAMAYU

Warga Perbatasan Kehilangan Garapan
Tanah 48 Hektar “Dukuasai” Sumedang
Sejumlah warga yang tinggal di perbatasan Kabupaten Indramayu dengan Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat, tepatnya warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu mengeluh, karena kehilangan lahan garapan. Mereka mengadukan persoalan ini ke DPRD Indramayu, dan berharap segera ada penyelesaian.
Wakil Ketua DPRD Indramayu, Drs. H. Sanusi Gofur, membenarkan kalau pihaknya telah menerima pengaduan tersebut. Dikatakannya, DPRD melalui Komisi A bersama Pemkab juga telah melakukan pengukuran ulang. Disamping itu, telah datang langsung ke Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional (Bakorsurtanal) dan Kementerian Dalam Negeri, guna melakukan konsultasi terkait permasalahan ini.
Sanusi menambahkan, pada Kamis (10/3) lalu telah dilakukan pertemuan antara masyarakat Indramayu dengan Sumedang, yang mengambil tempat di Sumedang. Dalam pertemuan itu yang dihadiri pihak DPRD kedua wilayah, perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta dari Bakorsurtanal tersebut belum dicapai penyelesaian. Namun kedua pihak sepakat untuk membentuk tim yang akan difasilitasi Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan akan mengadakan pertemuan lanjutan di Bandung.
“Kami berharap, dalam pertemuan nanti bisa dicapai kesepakatan, sehingga warga yang kehilangan garapan bisa bekerja kembali,” kata Sanusi.
Sementara, Wakil Ketua Komisi A, Raden Rio Resmana ST didampingi Sekretaris Komisi A, Dalam SH, KN dan anggota Komisi, Salimi Sholeh SpdI menjelaskan, persoalan yang dialami warga perbatasan berawal ketika terjadi pemekaran Desa Ciawitali, Kecamatan Buah Dua, Kabupaten Sumedang yang merupakan pemekaran dari Desa Genderek.
Sejak saat itulah, warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu tidak bisa lagi mengolah lahan garapan seluas 48 hektar. “Tanah tersebut merupakan sawah dan ladang yang sudah bertahun-tahun digarap warga Desa Sanca, Kecamatan Gantar, dan menjadi mata pencaharian mereka.
“Untuk itulah kami akan memperjuangkan masalah ini agar bisa segera selesai,” ujar politisi Partai Demokrat asal Haurgeulis itu. (oet)***

Sumber:      Radar Indramayu, Sabtu (Wage), 12 Maret 2011/ 7 Rabiul Akhir 1432 H / Hal. 1
Sumber:      www.pendopoindramayu.blogspot.com Sabtu 12 Maret 2011
Posted at: 12:32:00 | Filed Under: Politik dan Hukum

Minggu, 13 Maret 2011

Diduga Asal Jadi, SDN Unggulan Indramayu Belum Punya IMB

Posted by Realita Nusantara 17.01, under |


 H. Rosidi SPd, Kepala SDN Unggulan Indramayu. (Foto : Satim)***
 Kondisi SDN Unggulan Indramayu. (Foto : Satim)***


SD Unggulan Indramayu Belum Punya IMB
Sebelumnya Diduga Asal Berdiri Saja

REALITA NUSANTARA – ONLINE. INDRAMAYU.
Keberadaan Sekolah Dasar Negeri Unggulan (SD Unggulan) Indramayu di Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat merupakan sekolah dasar percontohan dari sisi kualitas pendidikannya yang diharapkan jauh lebih unggul dibanding sekolah setara lainnya di Kota Mangga itu. Ironisnya, SD Unggulan Indramayu itu justru diduga tidak dilengkapi dengan administrasi yang benar, sehingga dimungkinkan bermasalah di kemudian hari. Mengapa ?
Gedung SD Unggulan Indramayu tersebut dibangun di atas tanah yang bukan miliknya, alias masih hak pihak lain, yakni tanah milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) “Tirta Darma Ayu” Indramayu, dan hingga berita ini diturunkan belum ada kejelasan tentang ganti rugi atau tukar gulingnya dari pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu maupun dari pihak Pemerintah Kabupaten Indramayu.
Masih terkesan karut-marutnya tata adminsitrasi yang dimiliki SD Negeri Unggulan Indramayu itu, tampaknya berimbas pula ruwetnya penerapan administarsi di sekolahan tersebut, yakni ketika pihak pemerintah Pusat meminta data administrasi lengkap mengenai sekolah yang sementara ini menjadi kebanggaan Kabupaten Indramayu itu. Pasalnya, hingga berita ditulis, SD Negeri Unggulan Indramayu belum memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang.
Realita tersebut diakui Kepala SDN Unggulan Indramayu, H. Rosidi SPd kepada ToeNTAS News di kantornya, pekan lalu. Ia mengaku, hingga kini pihaknya masih kesulitan untuk memenuhi kelengkapan administrasi sekolahannya gara-gara belum jelasnya status tanah sehingga SDN Unggulan Indramayu hingga kini belum memiliki IMB.
“Padahal, persyaratan IMB itu sangat penting dan tengah dinantikan pihak Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat maupun pusat. Karena sebagai persyaratan pengesahan status strata SDN Unggulan yang bestandar SSN hingga menuju jenjang Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Saya juga pusing ketika dihadapkan pada persyaratan IMB SDN Unggulan ini, karean hingga kini tak sekolah kami tak punya IMB,” kata H. Rosidi SPd yang mengaku dirinya tengah dililit masalah dana tunjangan khusus sekolah unggulan yang sekarang tengah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Indramayu, sehingga Drs. H. Suhaeli MPd selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu terseret sebagai tersangkanya.
Menurutnya, IMB itu sebetuknya bukan bagian dari tugasnya, namun menjadi tanggung jawab Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu bersama Pemerintah Kabupaten Indramayu. “Saya juga tidak tahu, mungkin dulunya asal membangun saja, sementara adminsitrasi lainnya tidak ditempuh. Akhirnya, kini muncul masalah seputar IMB,” ungkap Rosidi yang mengaku tengah pusing, selain soal IMB juga ia harus mengembalikan dana tunjangan khusus sekolah unggulan yang pernah diterimanya pada tahun lalu ke kas negara atas dasar temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
            Kepala Bidang Aset pada Dinas Pendapatan Pengelolaan Keungan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kabupaten Indramayu, Yahya Ruhiyat mengatakan, pihaknya hingga kini masih mempelajari adanya informasi seputar status tanah dan solusinya seperti apa tentang SDN Unggulan Indramayu itu.
“Kami sudah meminta penjelasan dan sertifikat kepemilikan tanah kepada pihak PDAM Tirta Darma Ayu untuk dipelajari dan untuk dibicarakan dengan pimpinan. Harap maklum, lembaga Bidang Aset ini tergolong baru, dan ketika SDN Unggulan itu dibangun, saya secara pribadi belum mengetahui ketertiban administrasinya seperti apa, dan lembaga yang saya pimpin ini pun belum ada saa itu,” ujar Yahya di kantornya, belum lama ini.
Sedangkan Yuyun yang kini sebagai Kepala Seksi Aset Daerah mengatakan, pihaknya tengah menunggu usulan dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu mengenai rencana tukar guling dengan pihak PDAM Indramayu. “Tapi sampai sekarang, kami belum menerima surat resmi permohonan itu,” ungkap pemilik Radio Ria Chindelaras itu.
Rumor yang beredar saat itu, SDN Unggulan Indramayu sebelumnya diduga asal berdiri saja. Inilah yang kemudian menyisakan persoalan yang berkepanjangan hingga kini. Entah bagaimana kebijakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Drs. H. Suhaeli MSi saat itu, sehingga memicu berlarut-larutnya status kepemilikan tanah milik PDAM yang kini telah berdiri SDN Unggulan Indramayu.
Perihal tukar guling tanah yang digunakan SDN Unggulan itu rupanya belum kelar hingga kini. Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas) pada Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Drs. H. Mas’ud MPd ketika ditanya soal IMB dan masih runyamnya tukar guling tanah yang digunakan SDN Unggulan Indramayu, Mas’ud berdalih lain waktu saja biar bisa santai dan banyak waktu untuk membicarakan soal IMB SDN Unggulan tadi.
“Bagaimana kalau lain waktu saja. Harap maklum, karena sekarang saya tengah ditunggu rapat di Kecamatan Sindang. Penjelasan IMB SDN Unggulan itu dan soal tukar gulingnya, harus banyak waktu untuk menjelaskannya,” tutur Mas’ud, Senin (22/2), di kantornya. (Satim/ToeNTAS News)***

Posted at: 07:39:00 | Filed Under: Pendidikan

Ambruk, Bangunan SMPN 3 Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat

Posted by Realita Nusantara 13.04, under |



SEKOLAH AMBRUK – Dua lokal bangunan SMPN 3 Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat, ambruk, Sabtu (24/7) malam sekitar Pukul 10.36 WIB. Tampak bangunan SMPN 3 Sindang yang roboh itu. Gambar diambil, Minggu (25/7) sore sekitar pukul 14.05 WIB. (Foto-foto : Satim) ***
Dua Lokal Bangunan SMPN 3 Sindang Ambruk


REALITA NUSANTARA – ONLINE. INDRAMAYU
Sabtu (24/7) malam, sekitar pukul 10.35 WIB, beberapa warga yang tengah berada di sekitar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu dibuat terkejut adanya suara gemuruh mirip bangunan roboh dari halaman sebelah. Belasan warga pun berdatangan ke lokasi kejadian. Dan ternyata, dua ruang belajar milik SMP Negeri 3 Sindang di Jalan Murah Nara, Sindang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Provinsi Jawa Barat ambruk malam itu juga. Padahal, malam itu tidak ada angin puting beliung atau bencana alam lainnya.
Rangka atas bangunan itu yang terbuat dari kayu meski tidak keropos diduga tak mampu menahan beban. Akibatnya, genteng dan rangka atas berikut atapnya ambrol dan berserakan di lantai. Sekitar ribuan genteng hancur bersamaan dengan terpatah-patahnya rangka atas sekolahan tersebut. Tidak ada korban jiwa, karena bangunan itu tidak sedang digunakan untuk belajar.
“Orang-orang yang ada di sekitar sini pada kaget dan berdatangan ke lokasi kejadian. Meski tidak ada korban jiwa, namun seisi bangunan itu pada rusak dan hancur,” kata Sawinto (52) didampingi Lingga (35), keduanya penjaga sekolah di SMPN 3 Sindang, Minggu (25/7) sore, sekitar pukul 14.05 WIB.
Keterangan yang dihimpun wartawan dari lokasi ambruknya dua ruang belajar siswa SMPN 3 Sindang itu menyebutkan, bangunan tersebut memang sudah lama berdiri. Namun pada tahun 2008 lalu, sudah mengalami renovasi total dengan mengganti rangka atap dan genteng sampai dengan dengan perbaikan tembok dan pengecatan. Dalam perjalannya, bangunan yang semula hanya satu ruangan untuk keterampilan siswa, dan kemudian disekat menjadi dua ruangan digunakan untuk ruang belajar siswa Kelas VII E itu, tiba-tiba ambruk.
Hanya belum diperoleh keterangan pasti, jumlah dana yang digunakan untuk merehabilitasi bangunan yang kini ambruk tersebut. Tapi beberapa sumber menerangkan, meski kerangka kayunya tidak ada yang keropos, diduga tidak kuat menahan beban sehingga ambrol dan menghantam tembok samping kanan sampai jebol dan nyaris runtuh. Dugaan lainnya, renovasi bangunan tadi disinyalir ada yang kurang beres, karena tidak ada tihang penyangga susuhunan di tengahnya, sehingga tidak bisa bertahan lama untuk menahan beban genteng dan plafon lainnya.
Sawinto menerangkan, seusai kejadian, ia langsung menghubungi Kepala Sekolah SMPN 3 Sindang, Drs. H. Faoji, dan memberitahukan tentang kejadian ambruknya dua lokal bangunan SMPN 3 Sindang.
“Malam itu juga, Pak Haji Faoji langsung datang dan melihat-lihat bangunan sekolahnya yang roboh. Kemudian Beliau langsung menghubungi pihak berwajib, dan melaporkan tentang kejadian robohnya dua lokal bangunan sekolah yang dipimpinnya. Tidak lama kemudian, Polisi pun datang melakukan olah TKP, dan langsung melingkarinya dengan garis polisi,” ujarnya.
Lingga dan Sawinto yang kebetulan tengah jaga malam, keduanya mengaku orang yang mengetahui adanya kejadian tersebut. “Saya dan Pak Sawinto malam Minggu (24/7) itu, memang tengah berjaga di depan sekolah. Saya juga ikut kaget begitu mendengar suara gemuruh ambruknya bangunan sekolah yang kami jaga ini,” ungkap Lingga.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SMPN 3 Sindang, Drs. H. Faoji belum berhasil dikonfirmasi. Ketika wartawan menghubunginya via handphone, sedang tidak aktif. Sementara ambruknya bangunan sekolah milik SMPN 3 Sindang itu, diduga telah menambah jumlah bangunan sekolah yang terbilang baru, namun ambruk sebelum dimakan usia yang diduga karena sesuatu hal berkaitan dengan bangunan sekolah tadi.
Catatan, Selain SMPN 3 Sindang yang direnovasi pada tahun 2008 yang kemudian ambruk, dialami bangunan Akademi Keperawatan (Akper) Pemda Indramayu yang dibangun oleh kontraktor pada tahun 2008, lalu ambruk pada Kamis (31/12/2009) sekitar pukul 07.35 WIB. Kini, kasus ambruknya Akper Pemda Indramayu yang terbuat dari rangka baja ringan itu, tengah ditangani pihak Kejaksaan Negeri Indramayu. (Satim)**** Foto-foto : Satim

Sumber:        www.pendopoindramayu.blogspot.com
                     Posted at: 19:35:00 | Filed Under: Pendidikan

Kejaksaan Negeri Telah Menahan Tersangkanya

Posted by Realita Nusantara 12.42, under |


Rangka atap baja ringan Gedung Akper Pemkab Indramayu yang ambruk pada Kamis (31/12/2009) sekitar pukul 07.35 WIB. Gambar ambruknya rangka baja ringan Gedung Akper Pemkab Indramayu diambil sehari seusai kejadian. (Foto-foto : Satim)***
KASUS AMBRUKNYA RANGKA BAJA RINGAN AKPER

REALITA NUSANTARA – ONLINE. INDRAMAYU

Kisah ambruknya rangka baja ringan bagian atap ruang belajar Akademi Keperawatan (Akper) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, Provinsi Jawa Barat pada tahun 2009, atau tepatnya pada Kamis (31/12/2009) sekitar pukul 07.35 WIB, hingga kini tampaknya masih menyisakan permasalahan yang berkepanjangan. Bahkan, tersangkanya, salah seorang kontraktor yang berinisial Kar (55), kini sudah ditahan pihak Kejaksaan Negeri Indramayu. Ia dijebloskan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Indramayu sejak Senin (19/7).

Sumber-sumber di Kejaksaan Negeri Indramayu menyebutkan, selain tersangka Kar, konon, masih ada sejumlah nama lain yang akan dimintai keterangannya di hadapan hukum berkaitan dengan ambruknya rangka baja ringan gedung Akper Pemkab Indramayu itu.

Selain sudah menahan tersangka Kar, pihak Kejaksaan Negeri Indramayu kabarnya tengah mengembangkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang terkait dengan proyek pembangunan ruang belajar para mahasiswa Akper Pemkab Indramayu senilai sekitar Rp 750 juta tersebut.

“Untuk sementara ini baru satu tersangka berinisial Kar yang kami tahan. Sedangkan untuk lebih meningkatkan pengembangan pemeriksaan yang lebih jauh, masih menunggu hasil pemeriksaan para saksi dan tersangka lainnya. Pada hari Senin (26/7), akan ada pemanggilan terhadap tersangka P, sebagai pemilik perusahaan berkaitan dengan proyek pembangunan rangka atap baja ringan gedung Akper itu,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Indramayu, Drs, Mahfudianto, SH kepada wartawan.

Seperti dikutip Sensor, pihak Kejaksaan Negeri Indramayu tengah gencar untuk melakukan pengusutan terhadap ambruknya rangka baja ringan bagian atap gedung Akper Pemkab Indramayu yang dibangun pada 2008 silam itu. Konon, proyek pembangunan gedung Akper pemkab Indramayu yang diambil dari APBD Kabupaten Indramayu tahun 2008 itu, pembangunan rangka baja ringannya diduga tidak sesuai bestek. Ujung-ujungnya, ada beberapa pihak yang diperiksa pihak Kejaksaan Negeri Indramayu baik sebagai saksi, maupun ada yang sudah dijadikan tersangka.

Tender proyek pembangunan gedung Akper pemkab Indramayu tersebut, dimenangkan CV. Bela Persada dengan nilai kontrak sekitar Rp 750 juta pada tahun 2008 silam. Namun kemudian dipermasalahkan, karena sebelum digunakan, atap rangka baja ringan yang ditumpangi genteng sejenis morando, tiba-tiba ambruk pada Kamis (31/12/2009) pagi sekitar pukul 07.35 WIB. Warga yang berada di sekitar bangunan tersebut dikejutkan dengan suara keras namun agak aneh itu.

Sejumlah warga berdatangan ke lokasi kejadian, dan ternyata, suara keras mirip gemuruh tadi adalah ambruknya rangka atap baja ringan gedung Akper Pemkab Indramayu yang baru saja dibangun setahun lalu.

Pemilik perusahaan yang memenangkan tender tersebut, P (48), mengatakan, ia merasa aneh dengan diperkarakannya ambruknya atap rangka baja ringan gedung Akper itu. “Saya rasa itu kan merupakan musibah, dan saya sudah membangunnya kembali seperti semula. Mengapa masih dipermasalahkan ?,” ujar P kepada ToeNTAS News di halaman rumah Mulyadi Cahya, Ketua BPC Gapensi Indramayu, Jumat (23/7) sore sekitar pukul 14.25 WIB.

Sore itu, P mengaku bersama Mulyadi hendak ke LP Indramayu ingin membesuk tersangka Kar yang telah dijadikan tahanan titipan pihak Kejaksaan Negeri Indramayu. (Satim/Joko K) ***

Sumber :        ToeNTAS News No. 293, Tanggal 29 Juli – 11 Agustus 2010
Sumber:        www.pendopoindramayu.blogspot.com  
                        Posted at: 18:31:00 | Filed Under: Politik dan Hukum

OKNUM DPRD KAB. MADINA DIDUGA MEMPERKOSA

Posted by Realita Nusantara 12.06, under |


REALITA NUSANTARA – ONLINE. MADINA
Beredarnya rumor bahwa salah satu Anggota DPRD Kabupaten Madina dari Partai PAN berinisial DSN melakukan pemerkosaan terhadap seorang gadis Inisial NH (22) di Medan beberapa waktu lalu, menuai protes dari kalangan masyarakat Madina. (Foto gedung DPRD Madina: tabloidrakyatmadani.wordpress.com)
Aksi protes datang dari Sekretaris LSM Republik anti Korupsi (Reaksi) Jeffry Barat Lubis. Kepada wartawan, Jeffry mengatakan, kita sangat menyayangkan sikap oknum Anggota DPRD Madina yang melakukan tindak pemerkosaan.
“Kasus ini akan kita kawal terus sampai ke ranah hukum, sampai Oknum DPRD ini diadili. Karena perbuatannya ini sudah sangat tidak bermoral, apalagi Partai DSN ini adalah salah satu Partai yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama,” tutur Jeffry
Lanjut Jeffry, kami dari LSM Reaksi Kabupaten Mandailing Natal meminta kepada DPW PAN Sumatera Utara dan BKD DPRD Madina supaya memberikan tindakan tegas kepada DSN oknum anggota DPRD Madina yang melakukan tindakan tak bermoral ini. Kalau bisa dicopot dari DPRD Madina karena telah mencoreng nama baik DPRD Madina.
Dan Kepada Kapolda Sumatera Utara supaya mengusut tuntas kasus Pemerkosaan yang dilakukan oknum DPRD Madina ini, karena pengakuan Korban di Media terlihat sangat direncanakan.
Perlu diketahui, korban berangkat ke Medan atas dasar disuruh oleh atasannya berinisial ZG dengan tujuan untuk mengikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana Alam yang dibuat Provinsi Sumatera Utara.
Sementara Ketua DPRD Madina As Imran Khaitami Daulay, SH, saat dikonfirmasi wartawan, rabu (9/2/2011), di Penyabungan, mengatakan, untuk menanggapi kasus pemerkosaan itu, kita dari DPRD Madina, harus menunggu proses hukum. Kalau memang DSN benar melakukan pemerkosaan dan terbukti benar dalam proses hukum, itu akan berakibat fatal pada keanggotaannya.
Kalau memang sudah terbukti, di hukum, dia, bisa diberhentikan dari anggota DPRD. Tapi kita tak baik berandai-andai, kita lihat saja dulu proses hukumnya. Kalau itu benar, kita dari DPRD akan bertindak tegas. Saya berharap mudah-mudahan saudara DSN baik-baik saja, dan gentelmen menghadapi persoalan ini. (EH)

Sumber:     METRO INDONESIA. Edisi 346: Tahun ke-VII
→ Senin 28 Februari – 06 Maret 2011. Hal 9 Metro Nusantara

BINA MARGA CIREBON TUTUP MATA PROYEK SWAKELOLA JALAN JATIANOM-BUNDER AMBURADUL

Posted by Realita Nusantara 11.13, under |


REALITA NUSANTARA – ONLINE. CIREBON
KETIDAK becusan UPT Bina Marga Arjawinangun Kbupaten Cirebon dalam menangani perawatan jalan sepanjang kurang lebih 7 Km yang ternyata amburadul dikarenakan jalan yang baru dikerjakan satu setengah bulan lalu kondisinya kini malah rusak parah dan penuh lobang tak ubahnya kubangan kerbau. Padahal jalan tersebut tidak dilalui kendaraan bermuatan berat.
Menurut salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, saat pelaksanaan cara yang dilakukan oleh para pekerja terkesan asal-asalan. Hal ini terlihat dari kucuran aspal yang tidak rata yang langsung ditabur dengan batu split serta pasir, setelah itu baru diratakan dengan mesin silinder. “Coba lihat Mas, dari ujung selatan sampai ke ujung utara jalan semuanya penuh lobang besar dan batunyapun bertebaran dimana-mana. Ini sangat membahayakan para pengguna jalan,” ujarnya
Warga Jatianom itu sangat menyayangkan cara kerja UPT Bina Marga Arjawinangun. “Seharusnya Kepala Bina Marga Kabupaten Cirebon jangan asal terima laporan, cobalah turun ke bawah sebab dana yang dipergunakan oleh Bina Marga jelas dari APBD atau APBN yang notabene adalah uang rakyat.” Gerutunya
Ketika MI menyambangi Kantor UPT Bina Marga Arjawinangun untuk menemui Ir. Jaenudin, selaku Kepala UPT Bina Marga Arjawinangun, yang bersangkutan tidak ada di tempat. Bahkan sampai berita ini diturunkan yang bersangkutan tidak bisa ditemui dan terkesan menghindar. (Khotib)

Sumber:     METRO INDONESIA. Edisi 346: Tahun ke-VII → Senin 28 Februari – 06 Maret 2011.
Hal 6 Metro Jawa

KPK Akan Membentuk KPK Daerah

Posted by Realita Nusantara 10.39, under |


REALITA NUSANTARA – ONLINE.  BANDUNG
Komisi Pemberantasan Korupsi akan membentuk KPK daerah untuk membantu KPK pusat dalam memberantas kasus korupsi di daerah. Hal tersebut diungkapkan Ketua KPK Busyro Muqoddas saat memberikan kuliah umum di Institut Teknologi Bandung, Rabu (9/3/2011). (Gambar KPK: padang-today.com***)
KPK daerah ini, kata Busyr,o terdiri dari sipil society dan bisa juga melibatkan mahasiswa dan akademisi. "Kewenangannya sama seperti KPK pusat, tetapi tanpa kewenangan penindakan. Untuk penindakan tetap dilakukan oleh pusat, sementara investigasi dilakukan oleh KPK daerah. Bulan ini akan segera dibentuk," katanya. (A-157/A-147)***
(Foto Gedung KPK. padang-today.com***)





Source :       www.Pikiran Rakyat Online, Rabu, 9 Maret 2011
Author:        www.pendopoindramayu.blogspot.com Rabu, 09/03/2011 - 16:30
                     Posted at: 22:54:00 | Filed Under: Politik dan Hukum

Tags

BLOG ARSIP

BIAYA IKLAN

BIAYA IKLAN
=== Terima Kasih atas partisipasi Anda dalam membangun kemitraan dengan kami ===

INDRAMAYU POST

Blog Archive

PROFIL

REALITA NUSANTARA Email: realitanusantara@yahoo.com

Pengurus SWI

Pengurus SWI
DEWAN PIMPINAN CABANG SERIKAT WARTAWAN INDONESIA (SWI)