Tampilkan postingan dengan label SAMPANG. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SAMPANG. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 Januari 2012

Kades Kamoning Kecewa Kepada Bupati Sampang

Posted by Realita Nusantara 03.16, under |

Kades Kamoning Kecewa Kepada Bupati Sampang


REALITA NUSANTARA – ONLINE. SAMPANG
Sampang, Jaya Pos – Hampir tiga tahun, Noer Jiahja telah menjabat Bupati Sampang, dengan membawa janjikan perubahan yang diumbarkan pada masa kampanye.
Dirinya memberikan harapan yang sangat besar terhadap masyarakat Kabupaten Sampang, yang sekaligus menghantarkan dan memenangkan Noer Jiahja sebagai Bupati di daerah itu.
Foto: Kepala Desa Kamoning, Taufik***
Namun, apa yang telah dijanjikan oleh Noer Jiahja, hingga kini belum ditepati. Sehingga, membuat warga bahkan Kepala Desa (Kades) Kamoning benar-benar kecewa.
Pasalnya, Bupati Noer Jiahja berjanji akan membangun jembatan beraspal di Desa Kamoning, demikian juga dengan jembatan di daerah lain, namun hingga kini belum ada realisasinya
Hal itu diakui Kepala Desa Kamuning, Taufik, yang ditemui Jaya Pos, belum lama ini. Menurutnya, warga desanya mendesak dirinya guna menindaklanjuti janji-janji Bupati terhadap pembangunan di daerah itu.
Untuk diketahui, jembatan dimaksud menghubungkan Desa Kamuning dengan 2 Desa lainnya, yaitu Pekalongan dan Paseyan. “Sudah dua kali saya mengajukan proposal melalui DPRD untuk perbaikan jembatan ini, namun sama sekali tidak ada tanggapan. Padahal kalau tidak salah 2 tahun yang lalu saya mengajukannya bahkan karena tidak adanya tanggapan, maka saya sempat mengajukan proposal ke Provinsi, namun hasilnya sama,” ungkapnya.
Kini, lanjut dia, kondisi jembatan tersebut sudah mulai keropos, dikhawatirkan jika belum ada tindakan perbaikan jembatan akan ablas. “Kendati demikian, secara sukarela dan gotong royong kita bersama-sama warga perbaiki jembatan agar tidak sampai hancur dan tetap bisa dipakai,” sebutnya.
Masyarakat masih berharap, agar jembatan tersebut dapat dengan segera diperbaiki, mengingat sudah dimakan usia. “Atas nama masyarakat, saya berharap agar pihak terkait dapat mengalokasikan anggaran, agar jembatan tersebut dapat dengan segera diperbaiki,” tandasnya     ARF***





Sumber: Harian JAYA POS; Edisi 131 Thn III/ 12-18 Juli 2010; Hal 14***
Foto-Foto: Ist***

Masyarakat Kamoning Tuntut Janji Bupati

Posted by Realita Nusantara 03.01, under |

Masyarakat Kamoning Tuntut Janji Bupati


REALITA NUSANTARA – ONLINE. SAMPANG
Sampang, Jaya Pos – Pengimplementasian otonomi daerah (Otda) yang bertujuan untuk memperpendek sentralisasi birokrasi, sekaligus untuk mengedepankan pelayanan terhadap masyarakat dan kemandirian daerah, ternyata hingga kini belum berjalan optimal.
Banyak kantong-kantong produksi potensial yang merupakan sumber pendapatan asli daerah, belum diperhatikan oleh pemerintah daerah, seperti jembatan gantung yang nampaknya sudah tua. Hal itu dapat ditemui di Desa Kamoning, yang merupakan sebagai jalan alternatif menembus 4 desa.
Bupati Sampang, Noer Jtahja, pada masa kampanye, berjanji kepada masyarakat Kamoning akan mengutamakan pembangunan dan kesejahteraan warga. “Kalau saya terpilih sebagai Bupati Sampang, saya akan membangun jembatan ini menjadi suatu jembatan yang ber-aspal seperti jembatan-jembatan lain,” umbar Noer Jtahja, saat kampanye.
Namun kenyataannya, di lokasi jembatan yang panjangnya sekitar 60 meter dengan tinggi 14 meter dari permukaan air sungai ini, sering terjadi kecelakaan karena kondisi jembatan yang sudah tua dan keropos.
Selama ini, apabila terjadi kerusakan pada jembatan, masyarakat sendiri yang berusahamemperbaikinya dengan cara berpartisipasi.
Ironisnya, saat kampanye, Noer Jtahja, bila terpilih menajdi Bupati Sampang, akan memprioritaskan pembangunan di Desa Kamuning.    ST12**




Sumber: Harian JAYA POS; Edisi 131 Thn III/ 12-18 Juli 2010; Hal 14***
Foto-Foto: Ist***

Jumat, 05 Agustus 2011

DPRD Sampang Bantah Dapat Jatah Kios

Posted by Realita Nusantara 09.40, under |

Terkait Pembangunan Los Pasar Omben
DPRD Sampang Bantah Dapat Jatah Kios


REALITA NUSANTARA – ONLINE. SAMPANG
Sampang, Sergap – Sebagaimana diberitakan bahwa oknum Dewan terlibat jual beli los (lokasi beratap) Pasar Omben, Muhlis seorang anggota Dewan dari Komisi B DPRD Kabupaten Sampang, membantah kalau dirinya mendapat jatah los sampai 6 buah
Dia mengatakan Sergap, “Semua itu pernyataan orang tak senang terhadap saya, tolong buktikan los sebelah mana dan nomor berapa. Kalau memang ada saudara saya atau kerabat dekat saya yang mulanya tidak memiliki los dan ternyata sekarang memilikinya, tolong tunjukkan nanti, saya akan bertanggung jawab,” tegas Muhlis kepada Sergap.
Ditanya mengenai pungutan terhadap pedagang yang mendapat los, Muhlis menjawab, “Sebenarnya masyarakat salah dalam menanggapinya. Uang itu bukan untuk oknum tapi uang pendaftaran untuk pendataan ulang pedagang yang dilakukan oleh paguyuban Pasar Omben. Paguyuban sendiri dapat jatah dana 50 ribu rupiah per los dari 118 los,”
Tentang pinggiran los yang diperjualbelikan oleh oknum, Muhlis menanggapi kalau itu perintah dari salah seorang tokoh masyarakat setempat yang bernama Ali kepada Paguyuban Pasar Omben.
“Daripada nanti ada pedagang yang tidak kebagian tempat lebih baik dikondisikan di pinggiran los saja,” kata Muhlis menirukan ucapan Ali yang kapasitasnya tidak jelas sebagai apa di instansi Pasar Omben.
Besaran harga pinggiran yang cukup tinggi yakni Rp 2 sampai Rp 3 juta seluas 1,5 kali setengah meter kalau memang pedagang (pembeli pinggiran los) punya kwitansi (tanda bukti pembayaran), kata Muhlis anggota Dewan ini, saya bisa membantu untuk dipertanggungjawabkan.
Salah seorang pedagang yang mendapat jatah pinggiran, bernama Anis mengatakan, “Kami terpaksa membeli pinggiran kepada tokoh masyarakat setempat (oknum preman pasar-red) walaupun harganya cukup tinggi, karena saya tidak punya tempat untuk berjualan.”
Anis tidak mau menjelaskan siapa oknum tersebut karena sudah kesepakatan mereka untuk tidak menyebutkan nama orangnya. “Yang jelas tidak satu orang mas,” imbuhnya.
Ketidak puasan juga disampaikan oleh Madderi mengatakan, “Sebagai pedagang kami sangat kecewa. Seharusnya los saya mendapatkan pinggiran, tapi pinggiran ini malah dijual ke orang lain, HSN. Setelah saya tegur, dia berjanji akan mengganti pinggiran di tempat lain.
“Saya juga heran kepada Ali sebagai orang yang patut dihormati supaya tetap dihargai oleh masyarakat karena dia adalah seorang kyai. Tapi mengapa ia dia ikut cawe-cawe masalah pasar. Apa ini pantas?” kesalnya menuturkan kepada Sergap.
Kasus pasar ini ditanggapi oleh Ketua LSM GAIB (Gabungan Anak Indonesia Bersatu) Habib Yusuf Assegap mengatakan. “Masalah pasar Omben ini perlu penanganan serius dari BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) dan Dispendalola (Dinas Pendapatan Daerah Pengelola Aset) karena kasus ini bukan rahasia lagi.
Semua pihak telah mengetahui tentang carut marutnya Pasar Omben, berbagai keluhan datang dari masyarakat dan pedangan.
Apalagi pasar ini rencananya akan dibangun dalam 3 (tiga) tahap. Untuk sementara baru tahap pertama yang telah menelan dana 1,6 miliar rupiah. Dua tahap kemudian diperkirakan akan lebih besar lagi dananya jika tidak ada pengawasan yang lebih ketat lagi dikhawatirkan terjadi penyimpangan.   (andri/mahrus)



Sumber: Surat Kabar Umum SERGAP; Edisi 52 Tahun ke 3 / 31 Mei -15 Juni 2010; hal 1
Foto-foto: Ist***

Tags

BLOG ARSIP

BIAYA IKLAN

BIAYA IKLAN
=== Terima Kasih atas partisipasi Anda dalam membangun kemitraan dengan kami ===

INDRAMAYU POST

Blog Archive

PROFIL

REALITA NUSANTARA Email: realitanusantara@yahoo.com

Pengurus SWI

Pengurus SWI
DEWAN PIMPINAN CABANG SERIKAT WARTAWAN INDONESIA (SWI)